2017年12月18日 星期一

Poliwangi Kembangkan Ilmu Pariwisata ke Negeri Formosa




Banyuwangi (beritajatim.com) - Niatan baik dari Cheng Shiu University, Taiwan mendapat sambutan positif dari Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi). Rencananya, salah satu universitas ternama di negeri Formosa itu bakal menjalin kerjasama di bidang ilmu pariwisata. 

Bahkan, langkah baik tersebut ditandai langsung dengan adanya penandatangan kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) antar kedua belah pihak. 

"Tujuan utamanya, kami ingin memperluas expansi di Indonesia hingga ke Banyuwangi. Dipilihnya Banyuwangi karena daerah ini kami nilai memiliki potensi besar di bidang Pariwisata. Sehingga kami memberikan kesempatan kepada Politeknik Negeri Banyuwamgi agar mahasiswa di Poliwangi bisa mengembangkan pariwisata dan belajar bahasa Mandarin," jelas Professor Tai Wan Ping selaku director of Foreign Affairs Section Office of Internasional Affairs Cheng Shiu University Taiwan, Senin (18/12/2017)

Program kerja sama ini, kata Tai Wan Ping, merupakan pengembangan akademik yang dilakukan sehubungan dengan adanya politik pemerintah Taiwan dengan mewajibkan harus terus berhubungan kerja sama yang baik dengan negara negara se-Asean utamanya di Indonesia. Sebelumnya Universitas Cheng Shiu telah melakukan kerja sama dengan kota besar di Indonesia yang diawali dari Jakarta. 

"Sejak 2013 lalu, kami telah melakukan kerjasama serupa. Kemudian mengetahui Banyuwangi maka pihak dari Universitas Cheng Shiu tertarik untuk mengajak kerjasama," ujarnya. 

Terlebih, lanjut Tai Wan, dukungan lainnya karena jumlah warga Indonesia cukup mendominasi di Taiwan. Bahkan, jumlah mereka menempati posisi kedua. 

"Orang Indonesia, dan orang Taiwan itu mayoritas hobinya berwisata dan mereka percaya bahwa wisata di Indonesia sangat indah. Tapi sejauh ini yang diketahui pariwisata di Indonesia hanya Bali saja. Maka dalam kesempatan ini kami ingin menambah ekspansi kerjasama untuk pertukaran dosen, mahasiswa untuk saling belajar," terangnya. 

Bagi Poliwangi, kerjasama di bidang pariwisata ini menjadi kali kedua untuk program internasional. Sebelumnya, Poliwangi juga telah melakukan MoU dengan negeri Jiran, Malaysia. 

"Kami berharap, Poliwangi harus sudah memulai program Internasionalisasi yang nantinya akan mendorong dari banyak negara. Dan kepada Universitas Cheng  Shiu ini salah satu Universitas terbesar di Taiwan dan merupakan suatu kehormatan sendiri bisa bekerja sama dengan Univeritas di Negara maju seperti Taiwan," ungkap Direktur Poliwangi Dr. Eng. Son Kuswadi. (rin/kun)

2017年12月17日 星期日

【人文講堂】20171217 - 南向,往哪走 - 戴萬平

https://www.youtube.com/watch?v=CowoZZpf-Vo



「南向」這個詞每隔幾年就會被提出,但我們對臺灣周邊的鄰近國家到底有多了解呢?東南亞,或說東協國家的發展,其實已經跟過去大大不同,從族群融合到經濟特色,都可能超乎我們的想像。



深耕東南亞國家十多年,經常在東協各國民間蹲點研究的學者戴萬平教授,分享這一個個臺灣的鄰居現在的面貌,我們又該如何與他們產生連結?當世界政經版圖正在劇烈變動,國人更應該以開放的態度,去接受,並認識這些鄰近的國家。走出臺灣的侷限,帶著優勢去拼搏,也同時帶著謙虛去學習,拓展國際觀,可以讓未來的發展更為豐富多元。


2017年12月16日 星期六

Unnes Siap Berangkatkan Mahasiswa ke Taiwan


SEMARANG, suaramerdeka.com – Universitas Negeri Semarang (Unnes) dalam waktu tidak lama segera menyiapkan mahasiswa dan dosen untuk mendalami berbagai ilmu di Taiwan.
‘’Kami siap mengirimkan mahasiswa dan dosen sebanyak-banyaknya untuk belajar baik S2 maupun S3 ke Taiwan,’’ kata Rektor Universitas Negeri Semarang Prof Dr Fathur Rokhman M.Hum, kemarin.
Dia mengatakan hal itu usai menandatangani naskah kerja sama (MoU) dengan Direktur Hubungan Internasional Cheng Shiu University (CSU) Taiwan Prof Tai Wan Ping PhD di ruang kerjanya, kemarin.
Setelah penandatangan MoU dilanjutkan penandatangan MoA dengan Dekan Fakultas Ekonomi Unnes Dr H Wahyono MM dan Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama Prof Sukestiyarno PhD.
Menurut Rektor Unnes, semua peluang kerja sama dengan perguruan tinggi di luar negeri akan dimanfaatkan sebaik-baiknya. ‘’Cheng Shiu Taiwan yang sangat terkenal adalah fakultas ekonominya maka yang saya ajukan MoA dengan fakultas ekonomi,’’ kata Prof Fathur.
Direktur Hubungan Internasional Cheng Shiu University (CSU) Taiwan Prof Tai Wan Ping PhD mengatakan, bulan Februari 2018 hingga Januari 2019, kampusnya ditunjuk Kemendikbud pemerintah Taiwan untuk mengembangkan studi Muslim Food atau Halal Food dan Internasional Business selama setahun. Sasarannya adalah masyarakat Asia Tenggara.
‘’Karena itu kami hadir di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Semarang (USM) dan Universitas Wahid Hasim (Unwahas) Semarang,’’ kata Tai Wan Ping.
Dia sangat senang mendengan kesiapan Unnes untuk memberangkatkan mahasiswa dan dosen sebanyak-banyaknya ke Taiwan. Dia merasa yakin kerja sama tersebut akan sangat bermanfaat untuk kedua negara.
Dekan Fakultas Ekonomi Unnes Dr H Wahyono MM mengatakan, selain dengan CSU Taiwan, pihaknya juga bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di Thailand, University Soethern Queesnsland Australia, Universitas Pendidikan Sultan Said (UPSI) Malaysia, Universitas Tecknological Melaka (UTEM) Malaysia, Universitas Marmara Malaysia dan lain-lain.
‘’Bidang yang kami kerja samakan adalah penelitian bersama, kunjungan dosen, kunjungan professor, PPL, PKL dan KKL antarbangsa,’’ kata Wahyono.
Direktur Pusat Pengembangan Budaya Islam-China (PBIC) Semarang Agus Fathuddin Yusuf MA menjelaskan, pihaknya tahun 2018 mendapat kesempatan untuk memberangkatkan 100 calon mahasiswa untuk kuliah S1 sambil magang di Taiwan selama empat tahun. Mereka bisa lulusan Madrasah Aliyah, SMK atau SMA dengan usia maksimal 21 tahun. Dalam seminggu mereka kuliah hanya tiga hari, kemudian magang kerja di perusahaan 3 hari dan sehari libur.
Empat perguruan tinggi di Taiwan antara lain Cheng Shiu University (CSU) di kota Kaohsiung, Chia Nan University (CNU) di Tainan, Far East University di Tainan dan Hsing Wu University di Kota New Taipei. Mereka siap menerima kuliah sambil mahasiswa dari Indonesia.

2017年12月15日 星期五

Poliwangi Tandatangani MoU dengan Universitas Cheng Shiu Taiwan


TIMESINDONESIA, JAKARTA – Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) secara resmi telah menjalin kerjasama dengan Universitas Cheng Shiu Taiwan. Hal ini ditandai dengan penandatangan MoU dari kedua belah pihak di Aula kampus Poliwangi, Jumat (15/12/2017).

Prof Tai Wan Ping, mengatakan, kerjasama didasari atas kebijakan politik Pemerintah Taiwan untuk melakukan kerjasama dengan negara-negara di Asean, khususnya Indonesia. Sebelumnya, pihaknya juga telah melakukan kerjasama dengan kampus di kota-kota besar seperti di Jakarta. Untuk saat ini, pihaknya melakukan ekspansi ke Banyuwangi setelah mengetahui potensi yang dimiliki daerah yang berjuluk Sunrise of Java.



“Selama ini mereka (orang Taiwan) cuma tahu Bali dan sekarang mereka akan ekspansi ke Banyuwangi,” kata Tai Wan Ping melalui penerjemah.

Nantinya, dari kerjasama ini, Universitas Cheng Shiu memberikan kesempatan kepada mahasiswa-mahasiswa di Indonesia untuk belajar melalui pertukaran mahasiswa atau magang. Selain itu, bagi dosen Poliwangi yang berkeinginan untuk meraih gelar doktor juga dapat ditempuh di Universitas Cheng Shiu.

Dia menambahkan, bahwa orang Taiwan sangat gemar berwisata dan mereka juga meyakini bahwa masih banyak tempat wisata di Indonesia yang indah. Yang pasti orang-orang Taiwan juga ingin melihat lebih jauh tentang Indonesia, dari sisi kebudayaan, kuliner, adat dan lain sebagainya.

“Jadi orang Taiwan juga ingin mempromosikan pariwisata di Indonesia. Adat dan budaya di Jawa selain juga mempromosikan budaya kami,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Poliwangi, Son Kuswadi mengatakan, program besarnya dalam MoU itu adalah kerjasama akademik antara University Cheng Shiu dengan Poliwangi. Secara detailnya juga meliputi pengiriman mahasiswa, program magang sampai pertukaran Satuan Kredit Semester.

“Program pertukaran SKS itu nantinya mahasiswa disini dapat menempuh kuliah disana tapi tetap diakui disini,” kata Son Kuswadi.

Setelah Taiwan, dirinya akan mengupayakan untuk melakukan kerjasama dari negara maju lainnya. Untuk saat ini kuota mahasiswa yang akan dikirim ke Taiwan sejumlah 40 orang.
“Mereka mengundang ke sana biayanya gratis, tetapi untuk biaya lainnya kita juga perlu memikirkan itu,” ujarnya. 

2017年12月14日 星期四

Ini Harapan Rektor Universitas Semarang saat Terima Rombongan Cheng Shiu University



Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas Semarang (USM) kedatangan tamu istimewa rombongan dari Cheng Shiu University Taiwan, Kamis (14/12/2017).
Rombongan yang dipimpin oleh Vice President Cheng Shiu University Tai Wan Ping itu pun diterima secara langsung Rektor USM Andy Kridasusila.
Satu tujuan mereka ke Kampus Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Tlogosari Kulon Kecamatan Pedurungan Kota Semarang itu yakni ingin merealisasikan Signing Ceremony of Memorandum of Understanding (MoU).
Dipusatkan di Ruang Sidang Utama Gedung B Lantai 2, penandatangan MoU itu pun disaksikan Direktur Pusat Pengembangan Budaya Islam-Cina (PPBIC) Semarang Agus Fathuddin Yusuf dan Kepala Jurusan Program Studi Bahasa Mandarin Universitas Binus Jakarta Natalia.
"Kami sangat senang atas jalinan kerja sama yang terbangun bersama Cheng Shiu University ini. Semoga dari langkah awal yang baik ini, dapat secara baik pula memberikan manfaat bagi kedua belah pihak," kata Rektor USM Andy Kridasusila kepada Tribunjateng.com, Kamis (14/12/2017).
Andy menerangkan, kerja sama yang disepakati kedua institusi perguruan tinggi tersebut meliputi program kunjungan profesor, studi program magister (S2), program doktor (S3) di Cheng Shiu University.
Selain itu, juga ada join research, publikasi, kolaborasi dalam konferensi internasional, seminar, workshop, pelatihan, gelar ganda, kredit transfer, hingga pertukaran mahasiswa.
"Dari beragam tawaran yang disampaikan Vice President Cheng Shiu University Tai Wan Ping itu tadi, kami ingin para pimpinan di sini untuk dapat segera menindaklajuti. Jangan menunggu lama atas peluang serta tawaran yang diberikan kepada USM ini," tandasnya.

Tandatangani MoU Bersama, UNNES Inisiasi Kerjasama dengan Cheng Shiu University


Universitas Negeri Semarang (UNNES) mulai melakukan kerjasama dengan Cheng Shiu University, Taiwan. Inisiasi kerjasama dilakukan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua universitas pada Kamis, (15/12) di Ruang Senat Rektorat UNNES, Kampus UNNES Sekaran, Semarang.
Turut menandatangani MoU adalah Prof Dr Fathur Rokhman MHum, selaku Rektor UNNES, Prof Sukestriyarno PhD, selaku Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Prof Dr Warsino MHum, serta Tai Wan Ping, PhD, selaku perwakilan dari Cheng Shiu University.
Selain itu, turut hadir dalam acara ini adalah Kepala International Office UNNES, Intan Permata Hapsari, SPd, MPd, perwakilan dari Departemen Agama, dan perwakilan dari Universitas Bina Nusantara.
Dalam sambutannya, Prof Sukestiyarno menjelaskan bahwa kerjasama ini merupakan awal yang baik untuk menjalin hubungan antara UNNES dengan universitas di Taiwan. Ia berharap, dengan ditandata
nganinya MoU kerjasama, akan ada pemekaran program kolaborasi antara kedua universitas. Berdasarkan keterangan beliau, UNNES sendiri menawarkan program kerjasama berupa student exchange dan kolaborasi penelitian.
Di sisi lain, Tai Wan Ping mengatakan bahwa kerjasama antara UNNES dan Cheng Shiu University akan membuka jalan bagi mahasiswa UNNES untuk belajar di Taiwan. Menurut keterangannya, saat ini sudah terdapat 2000 orang Indonesia yang berada di Taiwan, dan kebanyakan dari mereka sedang menempuh pendidikan tinggi untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan mereka.
Adapun kerjasama yang ditawarkan oleh Cheng Shiu University terdiri dari International Internshipselama satu tahun, Beasiswa untuk belajar di Taiwan, ataupun program student exchange.

2017年12月13日 星期三

Cheng Shiu University Taiwan Ajak Kembangkan Muslim Food

image
SEMARANG, suaramerdeka.com- Cheng Shui University (CSU) Taiwan mengajak Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang mengembangkan jurusan Muslim Food baik di Indonesia mau pun Taiwan. Ajakan tersebut disampaikan Direktur Hubungan Internasional Cheng Shiu University (CSU) Taiwan, Prof Tai Wan Ping PhD dalam upacara penandatangan MoU antara CSU dengan Unwahas di kampus Jl Menoreh Tengah X/22, Sampangan, Semarang. 
Rektor Unwahas, Prof Dr H Mahmutarom SH menyambut ajakan Prof Tai Wan Ping tersebut dengan sungguh-sungguh. Bahkan dia merencanakan dalam waktu dekat akan melakukan kunjungan balasan bersama sejumlah pimpinan Unwahas ke Taiwan.
Upacara penandatangan MoU dihadiri para pembantu rektor, Direktur Pasca Sarjana, Prof Dr H Muhtarom HM, para dekan dan mahasiswa fakultas ekonomi Unwahas. Menurut Tai Wan Ping di Taiwan hubungan antar pemeluk agama sangat harmonis seperti di Indonesia. "Ápalagi sebagian mahasiswa Indonesia yang saat ini sedang belajar di Taiwan adalah datang dari kalangan Islam moderat," katanya,  disambut tepuk tangan.
Bahkan sambil tertawa kepada calon mahasiswa Unwahas yang akan melanjutkan studi ke Cheng Shiu University, Prof Tai menjamin tidak akan kesulitan beribadah karena di Taiwan juga terdapat banyak masjid. CSU terletak di tengah Kota Kaohsiung, kota terbesar kedua setelah Taipei di Taiwan.
Menurut Rektor Unwahas, Muslim Food, atau Halal Food, saat ini tidak hanya menjadi tuntutan secara nasional tetapi juga menjadi tuntutan internasional. "Tentu ini mengandung konsekuensi yang luar biasa. Selain peluang sekaligus juga tantangan untuk menagkap kesempatan emas ini,' katanya.
Karena itu dia berharap kerja sama dengan CSU Taiwan tersebut bisa segera ditindaklanjuti dalam bentuk program yang nyata. Hadir dalam kesempatan itu Natalia Yi Ying, Ketua Jurusan Bahasa Mandarin Binus University Jakarta. Selain kerja sama dengan Unwahas, CSU juga akan bekerja sama dengan Universitas Semarang (USM) dan Universitas Negeri Semarang (Unnes). 

搜尋此網誌